Postingan

INDONESIA PAGI HARI

Gambar
INDONESIA PAGI HARI Dalam pagi yang selalu berganti, Anak anak mengawali hari berseragam rapi. Berteman burung-burung yang bernyanyi riang. Mentari adalah alarm disetiap pagi Indonesia  yang baru bangun. Sosok Indonesia terlihat pada senyum ceria  anak-anak berangkat ke sekolah. Menenteng tas membawa restu orang tua. Sosok Indonesia terlihat pada guru berpakaian batik  dalam siap untuk pengajaran. Angin pagi berhembus menyapa pohon Menggugurkan daun-daun kering berserakan. Pertengkaran, perselisihan,  politik rakus, dalam isu-isu yang semerbak. "Seorang bapak rela mencuri satu buah handphone  untuk biaya anaknya sekolah, Pelajar kembali terlibat tawuran, Seorang murid menantang duel guru,  kasus pelecehan kembali muncul, sekolah terpaksa tutup, mahasiswa kembali demo,  merdeka belajar, seorang rektor terjerat kasus korupsi,  pendidikan mahal, jual beli skripsi,  ayam kampus, NKRI harga naik dan bla bla bla"  Bum. Ki Hajar Dew...

PERTEMUAN DALAM WARUNG YANG SAMA

Gambar
PERTEMUAN DALAM WARUNG YANG SAMA Warung Mbah Ito 2 dalam jam jam segini memang ramai. Apalagi menjelang istirahat bagi mereka yang berkerja. Selepas membayar ujian tadi, Aku dan Aying tak langsung pulang, akan tetapi lanjut ke Mbah Ito 2. Bilangnya ngopi, sesampai sini pesan Ekstra Joss 2. Hamm.. bukannya Indonesia memang begitu, yang dikerjakan dengan yang diucapkan berbeda. Tapi apapun itu, es di siang hari memang sangat menyegarkan. Jadi tak salah memesannya. Karena, tepat di kondisi yang tepat pula. Tak lama selepas adzan Dzuhur, Ubek setelah itu Dika dan yang terakhir Rizal datang merapat. Pertemuan ini seperti reuni SMK, seperti pertemuan yang sudah direncanakan. Padahal tak ada rencana untuk kumpul atau janjian ataupun juga menyuruh untuk datang merapat. Pertemuan ini terjadi dengan sendirinya. Atau lebih tepat warung ini yang bisa mengumpulkan kita. Saling sapa dan di lanjut basa-basi menjadi pembuka pertemuan ini. Pembicaraan mengalir di sela-sela asap berbagai mac...

MANUSIA TERBUAT DARI MASALAH KIRANYA

Gambar
MANUSIA TERBUAT DARI MASALAH KIRANYA Manusia memang terbuat dari masalah kiranya. Yang lahir dari dua sepasang insan dengan proses panjangnya. Lalu tumbuh berkembang sebagai sosok yang membuat dan merasakan masalah. Kita akan terus membuat masalah, lalu menutupi masalah tersebut dengan masalah baru. Lalu masalah yang akan datang, yang menutupi masalah sebelumnya. Dan akan begitu terus kiranya. Setiap masalah akan membuahkan pengalaman. Dan akal pikiran terproses dari beberapa dialektika akan pengalaman, yang secara sadar atau tidak kita lakukan. Semakin banyak pengalamannya, akan semakin membentuk sifat manusianya.  Bahkan manusia yang sudah meninggal juga tak luput akan masalah. Meninggalkan masalah, dan akan menemukan masalah baru di alam berikutnya. Sedari awal memang manusia terbuat dari masalah kiranya. Teruslah bermasalah, karena itu sebagai proses menjadikanmu manusia! Ngopi Sek, 28 Juli 2022

KAMAR KUSAM

Gambar
Siang kali ini tak terlalu panas. Matahari sedang malas hari ini. Entah tadi malam belum tidur atau tidurnya gak nyenyak, entah. Matahari hanya diam tak berkata. Di kamar yang tak sebegitu luas, yang hanya muat satu kasur, satu lemari, dan satu kipas inilah, tempat merebahkan badan yang nyenyak, serta boleh ku katakan "dunia kecil" tempatku berproses.  Selain sebagai tempat tidur yang nyaman, di kamar inilah aku sering mengurung diri didalamnya. Berbagai macam aktivitas juga tak luput kulakukan, mulai dari membaca buku, berkarya, memunculkan ide, menggagas pikiran, sampai meluapkan berbagai rasa, dan masih banyak lagi hal-hal yang masih terbilang manfaat yang kulakukan di kamar ini. Di kamar kecil dan kusam ini, pikiran-pikiran bebas keluar. Ide seliar mungkin boleh tercipta. Merenung, muhasabah diri, marah, dendam, cinta, puisi, sepakbola, dendam, dan kasih sayang sudah terjejer rapi di lemari. Ini adalah ruang bebas, di kamar ini, aku tak pernah merasakan malu u...

PEMBICARAAN MENGALIR BAGAI DEBURAN OMBAK YANG SALING BERKEJARAN

Gambar
Adzan Isyak berkumandang, dan sudah sejauh ini kami masih disini. Berteman deburan ombak, kami memulai pembahasan diskusi yang lebih ke serius. Berhadap-hadapan, berdua saja. Dengan adanya buku Pengantar Filsafat kita mulai membedah buku juga membedah isi dari kepala kita. Tak lupa, disetiap pembicaraan otakku selalu siap sedia untuk mencatat hal-hal yang sekiranya penting. Juga menganalisa berbagai pertanyaan yang dilontarkan Ubaid. Pentingkah sebuah negara? Ini yang kita bahas sebagai pendahuluan. Negara penting untuk mewadahi, mengayomi, dan memberi peraturan suatu bangsa, karena tanpa adanya suatu negara, bangsa akan kacau balau, begitu kira-kira ucapan Ubaid dengan memberikan contoh sebungkus rokok, yang bisa ku tangkap. Pembicaraan mengalir bagai deburan ombak yang saling berkejaran. Pembahasan kali ini mengarah ke materi Mapaba. Membedah semua hal yang masih belum difahami dan dikuasai. Ubaid disini bisa dikatakan sebagai pembimbing, yang sudah sepantasnya karena pen...