Postingan

HARI-HARI SOAL KEMATIAN

Gambar
Bahwa setiap yang terlahir pasti akan mati. Entah kenapa sejak beberapa hari kemarin, pikiran ku selalu memikirkan soal kematian. Mencoba membayangkan kehidupan di alam kubur, kiamat, juga kehidupan di akhirat. Semakin mempertajam pikiran ku kesana, aku tak bisa membayangkan lagi. Aku selalu tak bisa. Antara tak masuk akal hingga kekhawatiran-ketakutan yang membayangi.  Timbul pertanyaan untuk apa aku hidup? Atau lebih lanjut, meminjam pertanyaan Albert Camus, apakah hidup layak dijalani? Aku mencoba menggerayangi jiwaku sendiri. Persoalan hidup di dunia yang fana ini. Aku takut jika hidupku tak ada guna. Terlebih itu mati, setelahnya dilupakan. Menjadi individu di alam gelap kubur, sambil menunggu kiamat.  Martin Heidegger mengatakan manusia adalah being-toward-death (makhluk yang menuju kematian). Kesadaran bahwa kita akan mati bukan untuk menakuti, tapi untuk membuat hidup lebih otentik. Ya, dan sebagai orang yang beragama, aku masih mendambakan mati dalam kead...

MAHASISWA JINAK

Gambar
Ketika melihat status WhatsApp salah satu mahasiswa yang dengan bangganya bisa duduk bersebelahan dengan DPRD Lamongan, rasanya kok gimana gitu ya. Seolah-olah DPRD adalah orang yang terhormat. Dan berfoto dengannya adalah suatu kebanggaan. Heiisss . Elitis. Birokratis. Semoga saya dijauhkan Allah dari mahasiswa dengan pola pikir seperti itu. Siangnya saya melihat story mahasiswa bersama DPRD, eh malamnya malah lihat story Instagram PC PMII Lamongan sedang buka bersama dengan Kapolres Lamongan. Terlihat akrab. Hangat. Penuh senyum basa-basi. Mereka kok bisa mesra banget ya? Padahal banyak sekali berita-berita yang tak sekedar pahit tapi juga mengiris nurani. Beberapa hari yang lalu misalnya seorang pelajar di Kota Tual, NTT, dibunuh aparat kepolisian. Dari berita se-kejam inipun PC PMII belum menyampaikan pernyataan dan sikapnya.  Entah ini soal lupa, takut, atau memang sengaja bungkam. Yang jelas, keberpihakan mahasiswa hari ini makin kabur. Tak ada taringnya. Dan mu...

IKAN, KEHIDUPAN, KEDAMAIAN

Gambar
Hari ini aku membersihkan aquarium. Setelah kurang lebih sebulan air belum pernah diganti. Air telah lama kotor. Begitupun bau. Dan ikan tidak mengenal istilah ' kebersihan sebagian dari iman '. Aku merawat 4 ikan cupang berwarna putih. Dulu ada 12 ekor dan kini tinggal sisanya. 2 ekor agak besar dan 2 ekor lagi masih kecil. Ikan yang besar ku beri nama Legislatif dan Eksekutif. Sedangkan ikan kecil ku beri nama Yudikatif dan Rakyat. Meskipun kesemuanya ikan berjenis cupang, tapi mereka rukun hidup bersama di aquarium yang ku beri nama Madinatul Al-Anarqiyah. Bumi Damai Madinatul Al-Anarqiyah Kehidupan di aquarium tidak mengenal pemimpin. Karena di mata Udin semuanya sama —sama-sama ikan. Yang membedakan hanya tingkat ketaqwaan saja. Tapi walaupun begitu, meski ikan cupang, para ikan tidak pernah berantem sebagaimana tabiatnya. Semua gemah ripah lo jinawi . Sempat mengalami krisis pangan sebab kelalaian. Tapi Alhamdulillah tidak ada yang saling membunuh. Dan, kini s...

JURNAL HARIAN #1

Gambar
(Sabtu, 26 April 2025)  Lagu Tapak Tilas Kerinduan dari The Cloves & The Tobacco menjadi musik iringan aktivitas ku prepare jualan. Sama seperti hari-hari kemarin. Iya, lagu dengan genre Celtic-Punk ini semacam lagu wajib untuk mengiringi harapan dan doa-doa. Liriknya penuh makna dan lagunya menyiratkan semangat.  Karena hari kemarin libur (menghormati Jumatan), debu-debu jalanan terasa mengendap dan agak tebal. Tampak kotor lagi sebab pasca hujan tadi malam. Posisi stand yang dekat dengan jalan yang selalu dilewati kendaran —dari sepeda hingga truk besar— ini, memang sedikit menguras tenaga untuk masalah kebersihan.  Di jam 10-an, anak-anak SMA sudah berkeliaran. Waktu menunjukkan istirahat. Beberapa pembeli juga sudah datang. Anak-anak SMA perempuan yang sering beli es disini wajahnya sudah mulai ku hafal. Walaupun masih belum tau namanya. Mau ngajak kenalan takut dibilang genit. Mau mencoba akrab takut dibilang sok akrab. Ah, bingung.  Anak SMA perempuan yang ...

SEPAKBOLA; IMUNISASI KEHIDUPAN

Gambar
Sepakbola bagiku bukan hanya sekedar permainan menendang dan memasukkan bola ke gawang lawan dengan sebanyak-banyaknya. Bukan! Sepakbola lebih dari itu.  Sepakbola bagiku adalah soal gairah hidup yang darinya meliputi berbagai perasaan. Senang, sedih, bahagia, kecewa, dan emosi menyatu bersamaan dengan bergulirnya si kulit bundar. Sepakbola menjadi teman untuk menghidupi hidup atas kegagalan, pelepas beban, dan pelengkap perjalanan hidup yang hebat.  Atmosfirnya yang aku rindukan dan untuk menjadi nyawa pada adanya gairah.  Berangkat ke stadion dengan rindu yang kesekian kalinya. Lalu, senang dan tawa riah dalam duduk memutari air persahabatan. Lalu ketika peluit ditiup, adukan perasaan mulai dipertaruhkan hingga 2x45 kedepannya. Meramalkan doa-doa dan nyanyian. Memberi semangat ketika kebanggaan mulai menyerang. Menteror lawan ketika memegang bola. Hingga umpatan serapah "bajingan" ketika ada keputusan kontroversial dari si pengadil. Ah, teramat sulit untuk d...

SADTEMBER

Gambar
SADTEMBER Bagi kalangan orang yang berkesadaran dan menolak lupa, bulan September adalah bulan mengenang berbagai peristiwa. Bulan yang menempati urutan ke-9 dalam penanggalan Masehi ini, sering di kaitkan dengan kata 'Hitam' dibelakangnya. Ya, tentu saja. Kata itu untuk mempertajam dan menggarisbawahi berbagai peristiwa. Banyak tanggal bertinta hitam untuk menolak lupa pada kekerasan negara.  Paragraf di awal tulisan ini merupakan tulisan seorang mahasiswa. Ya, dengan berbagai dialektika yang ada, semester 5 telah mengenalkanku pada kontradiksi. Tak seperti tulisanku yang ada di gambar itu—yang ku tulis dan ku upload di FB waktu masih berseragam abu-abu. Konyol, tentunya. Ruang dan lini masa yang berbeda membuatku berbeda juga, walaupun masih dalam konteks yang sama; bulan September. Walaupun berbeda, aku belum tau tolak ukurnya, apakah hari ini lebih baik atau malah sebaliknya.  Melihat jejak sosial media di FB, terkadang membuat ku larut dalam kenangan sejarah. ...

SINGGAH PERJALANAN

Gambar
SINGGAH PERJALANAN  Setelah mengisi perut, kami berkunjung ke sebuah warung kopi Lodji Besar di daerah Peneleh. Sebuah bangunan klasik dengan aura sejarah didalamnya. Tempat ini memanglah bangunan jaman Belanda yang sekarang didesain untuk ngopi, tapi tanpa membuang nilai-nilai sejarahnya. Berkunjung kesini terasa seperti hidup di zaman pra kemerdekaan. Diputarnya lagu-lagu klasik, gambar-gambar bangunan Soerabaja zaman dulu, mesin ketik, dan dibagian belakang terjejer rapi buku-buku di rak, ah.. sangat syahdu tentunya. Aku sangat tertarik akan sejarah. Ingin sekali mengunjungi museum, situs, atau bangunan-bangunan zaman dulu. Peradaban manusia bergeser dari waktu ke waktu. Mewariskan nilai-nilai budaya yang terbungkus rapi oleh sejarah. Karena bagiku, mempelajari sejarah adalah mempelajari tata cara kehidupan yang sekarang. Andai saja ada sebuah mesin pemutar waktu, Aku ingin hidup di zaman Hindia Belanda. Tidak hanya sebagai pembaca & pengagum Tjokroaminoto saja, ...