Postingan

IKAN, KEHIDUPAN, KEDAMAIAN

Gambar
Hari ini aku membersihkan aquarium. Setelah kurang lebih sebulan air belum pernah diganti. Air telah lama kotor. Begitupun bau. Dan ikan tidak mengenal istilah ' kebersihan sebagian dari iman '. Aku merawat 4 ikan cupang berwarna putih. Dulu ada 12 ekor dan kini tinggal sisanya. 2 ekor agak besar dan 2 ekor lagi masih kecil. Ikan yang besar ku beri nama Legislatif dan Eksekutif. Sedangkan ikan kecil ku beri nama Yudikatif dan Rakyat. Meskipun kesemuanya ikan berjenis cupang, tapi mereka rukun hidup bersama di aquarium yang ku beri nama Madinatul Al-Anarqiyah. Bumi Damai Madinatul Al-Anarqiyah Kehidupan di aquarium tidak mengenal pemimpin. Karena di mata Udin semuanya sama —sama-sama ikan. Yang membedakan hanya tingkat ketaqwaan saja. Tapi walaupun begitu, meski ikan cupang, para ikan tidak pernah berantem sebagaimana tabiatnya. Semua gemah ripah lo jinawi . Sempat mengalami krisis pangan sebab kelalaian. Tapi Alhamdulillah tidak ada yang saling membunuh. Dan, kini s...

JURNAL HARIAN #1

Gambar
(Sabtu, 26 April 2025)  Lagu Tapak Tilas Kerinduan dari The Cloves & The Tobacco menjadi musik iringan aktivitas ku prepare jualan. Sama seperti hari-hari kemarin. Iya, lagu dengan genre Celtic-Punk ini semacam lagu wajib untuk mengiringi harapan dan doa-doa. Liriknya penuh makna dan lagunya menyiratkan semangat.  Karena hari kemarin libur (menghormati Jumatan), debu-debu jalanan terasa mengendap dan agak tebal. Tampak kotor lagi sebab pasca hujan tadi malam. Posisi stand yang dekat dengan jalan yang selalu dilewati kendaran —dari sepeda hingga truk besar— ini, memang sedikit menguras tenaga untuk masalah kebersihan.  Di jam 10-an, anak-anak SMA sudah berkeliaran. Waktu menunjukkan istirahat. Beberapa pembeli juga sudah datang. Anak-anak SMA perempuan yang sering beli es disini wajahnya sudah mulai ku hafal. Walaupun masih belum tau namanya. Mau ngajak kenalan takut dibilang genit. Mau mencoba akrab takut dibilang sok akrab. Ah, bingung.  Anak SMA perempuan yang ...

SEPAKBOLA; IMUNISASI KEHIDUPAN

Gambar
Sepakbola bagiku bukan hanya sekedar permainan menendang dan memasukkan bola ke gawang lawan dengan sebanyak-banyaknya. Bukan! Sepakbola lebih dari itu.  Sepakbola bagiku adalah soal gairah hidup yang darinya meliputi berbagai perasaan. Senang, sedih, bahagia, kecewa, dan emosi menyatu bersamaan dengan bergulirnya si kulit bundar. Sepakbola menjadi teman untuk menghidupi hidup atas kegagalan, pelepas beban, dan pelengkap perjalanan hidup yang hebat.  Atmosfirnya yang aku rindukan dan untuk menjadi nyawa pada adanya gairah.  Berangkat ke stadion dengan rindu yang kesekian kalinya. Lalu, senang dan tawa riah dalam duduk memutari air persahabatan. Lalu ketika peluit ditiup, adukan perasaan mulai dipertaruhkan hingga 2x45 kedepannya. Meramalkan doa-doa dan nyanyian. Memberi semangat ketika kebanggaan mulai menyerang. Menteror lawan ketika memegang bola. Hingga umpatan serapah "bajingan" ketika ada keputusan kontroversial dari si pengadil. Ah, teramat sulit untuk d...

SADTEMBER

Gambar
SADTEMBER Bagi kalangan orang yang berkesadaran dan menolak lupa, bulan September adalah bulan mengenang berbagai peristiwa. Bulan yang menempati urutan ke-9 dalam penanggalan Masehi ini, sering di kaitkan dengan kata 'Hitam' dibelakangnya. Ya, tentu saja. Kata itu untuk mempertajam dan menggarisbawahi berbagai peristiwa. Banyak tanggal bertinta hitam untuk menolak lupa pada kekerasan negara.  Paragraf di awal tulisan ini merupakan tulisan seorang mahasiswa. Ya, dengan berbagai dialektika yang ada, semester 5 telah mengenalkanku pada kontradiksi. Tak seperti tulisanku yang ada di gambar itu—yang ku tulis dan ku upload di FB waktu masih berseragam abu-abu. Konyol, tentunya. Ruang dan lini masa yang berbeda membuatku berbeda juga, walaupun masih dalam konteks yang sama; bulan September. Walaupun berbeda, aku belum tau tolak ukurnya, apakah hari ini lebih baik atau malah sebaliknya.  Melihat jejak sosial media di FB, terkadang membuat ku larut dalam kenangan sejarah. ...

SINGGAH PERJALANAN

Gambar
SINGGAH PERJALANAN  Setelah mengisi perut, kami berkunjung ke sebuah warung kopi Lodji Besar di daerah Peneleh. Sebuah bangunan klasik dengan aura sejarah didalamnya. Tempat ini memanglah bangunan jaman Belanda yang sekarang didesain untuk ngopi, tapi tanpa membuang nilai-nilai sejarahnya. Berkunjung kesini terasa seperti hidup di zaman pra kemerdekaan. Diputarnya lagu-lagu klasik, gambar-gambar bangunan Soerabaja zaman dulu, mesin ketik, dan dibagian belakang terjejer rapi buku-buku di rak, ah.. sangat syahdu tentunya. Aku sangat tertarik akan sejarah. Ingin sekali mengunjungi museum, situs, atau bangunan-bangunan zaman dulu. Peradaban manusia bergeser dari waktu ke waktu. Mewariskan nilai-nilai budaya yang terbungkus rapi oleh sejarah. Karena bagiku, mempelajari sejarah adalah mempelajari tata cara kehidupan yang sekarang. Andai saja ada sebuah mesin pemutar waktu, Aku ingin hidup di zaman Hindia Belanda. Tidak hanya sebagai pembaca & pengagum Tjokroaminoto saja, ...

HIMMAPRODI; SEBUAH PERJALANAN HAMPIR USAI

Gambar
HIMMAPRODI; SEBUAH PERJALANAN HAMPIR USAI  Himmaprodi telah memasuki masa tenggang. Kalaupun benar sebelum KKN bisa langsung LPJ, bisa dipastikan paling tidak tinggal beberapa bulan lagi pengurus Himmaprodi periode tahun ini akan lengser. Tak terasa tentunya. Untung saja program kerja kepengurusan sudah banyak yang terlaksana, tinggal rutinan dzibaiyyah (Divisi Bakat Minat; pelatihan desain (Divisi Infokom); dies natalis dan seminar pendidikan. Dan tambahan satu lagi untuk Minggu depan, yakni Tasyakuran MPI. Kita telah melakukan perjalanan yang panjang dengan lika-liku tikungannya. Mulai dari penyusunan program kerja di awal-awal kepengurusan yang agak ruwet, rapat-rapat yang minim hasilnya, rutinan bakat minat yang kadang 'iya' kadang 'tidak', hingga berbagai acara —Orientasi Prodi, Pelatihan Pembuatan Makalah, Pelatihan Body of Knowledge — yang sudah kita laksanakan dengan bersama dan seksama. Kita telah melewati berbagai macam dialektika yang ada didalamn...

SERBA-SERBI AKTIVITAS DI RUMAH

Gambar
Hari ini Emak sibuk sekali di dapur. Ia dibantu Mbak Da dan Mbak Mil membuat beberapa jajanan untuk nanti malam. Rumah ini, nanti malam mendapat giliran tahlil rutin yang dilaksanakan oleh ibu-ibu Muslimat. Yang biasanya dimulai sehabis Isya' dan selesai sekitar jam sembilan malam. Apapun kondisinya, Emak selalu menyambut bahagia ketika mendapat giliran tahlil. Tak heran, ia mempersiapkan untuk nanti malam dengan membuat jajanan tradisional di dapur. Diantaranya yakni wingko Babat, kue nangka, kue urap, dan gemblong. Disisi lain, Cak Arip menjadi tukang di rumahnya sendiri. Dari kemarin, ia masih memperbaiki kamar paling selatan ini. Padahal juga status kamar ini masih belum jelas. Cak Arip hanya bertempat tidur ketika waktu pulang, begitupun juga Mas Ayun yang sama halnya. Aku sendiri beberapa kali juga tidur disini. Umumnya, kamar ini selalu terbuka buat siapa saja. Cak Arip dan Mas Ayun mendekor kamar ini menjadi lebih elegan dan paling utama nantinya bisa membuat ny...